admin@jombang.mujatim.or.id
Jombang
cropped-favicon-1

Majelis Ulama Indonesia Mojokerto

Home » Berita  »  KH. M. Asrorun Ni’am Sholeh Sosialisasikan Hasil Ijtima Ulama VIII
KH. M. Asrorun Ni’am Sholeh Sosialisasikan Hasil Ijtima Ulama VIII
KH. M. Asrorun Ni’am Sholeh Sosialisasikan Hasil Ijtima Ulama VIII

[Jombang, 30/8/2024] – Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kabupaten Jombang menggelar Halaqah dan Dialog Antar Umat Beragama di Gedung Islamic Center Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang, pada Jumat (30/8). Acara yang dimulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai agama yang ada di Kabupaten Jombang, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kedamaian dan keharmonisan di tengah kemajemukan agama, suku, dan budaya di wilayah Jombang.

Ketua Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama, Zulfikar Dawam Ikhwanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. "Melalui acara ini, kami bermaksud untuk menyemaikan kedamaian dan keharmonisan dalam kemajemukan agama, suku, dan budaya di Kabupaten Jombang. Kami ingin melestarikan nilai-nilai perjuangan KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang diterima oleh semua kalangan dari beragam latar belakang," ungkapnya.

Acara ini dihadiri pula oleh perwakilan dari Kantor Kementerian Agama, Polres Jombang, Kodim Jombang, serta organisasi kemasyarakatan keislaman di Kabupaten Jombang. Kehadiran berbagai elemen tersebut menegaskan komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, toleran, dan aman bagi semua pihak.

Ketua DP MUI Kabupaten Jombang, KH. Muhammad Afifuddin Dimyathi, atau yang akrab disapa Gus Awis, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta. Beliau menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan sebagai nikmat terbesar dari Allah. "Keamanan dan kenyamanan adalah nikmat dunia terbesar," ucapnya sembari mengutip ayat Al-Qur'an dari surat an-Nahl ayat 112 yang memperingatkan agar manusia tidak mengingkari nikmat Allah, jika tidak ingin mengalami bencana.

Lebih lanjut, Gus Awis menyampaikan tiga langkah penting untuk menjaga kedamaian, yaitu menjaga kerukunan antar sesama umat seagama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan dengan pemerintah. Pesan ini menjadi dasar penting dalam membangun suasana harmonis di Kabupaten Jombang.

Dalam sesi diskusi, KH. Ach. Hasan, Rois Syuriyah PCNU Jombang, memberikan pemaparan tentang Islam sebagai agama kasih sayang. Ia menekankan bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, serta menekankan bahwa menyebarkan kasih sayang adalah perintah agama yang berlaku untuk seluruh makhluk hidup.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini diikuti dengan aktif oleh perwakilan masing-masing agama yang hadir, di mana setiap peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan ide dan pandangan mereka terkait upaya menjaga toleransi dan keharmonisan di Jombang.

Acara diakhiri dengan ikrar komitmen bersama untuk menjaga harmoni dalam kemajemukan, yang diresmikan dengan sesi foto bersama. Komitmen ini diharapkan menjadi langkah penting untuk terus menjadikan Kabupaten Jombang sebagai tempat yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh pemeluk agama dan kepercayaan yang hidup berdampingan dalam damai.[pgn]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *